Surat Cinta Untuk Murobbiyahku

Teriring pujian syukurku kepada Robb semesta alam, karna limpahan kasih sayangnya hingga detik ini aku masih diizinkan untuk menghirup segarnya udara di bumi-NYA. Tak lupa shalawat serta salam kusenandungkan kepada baginda Rasul, Muhammad SAW, keluarga dan para sahabatnya. Serta kuucapkan salam penuh cinta untuk murobbiyahku yang telah menjadi guru dalam kehidupanku.
Bagaimana kabar engkau wahai murobbiyahku? Semoga engkau selalu dalam lindungan dan dekapan kasih sayangNYA.Aamiin..
Masih lekat dalam ingatanku… saat baru pertama kali aku menginjakkan kaki pada sebuah lingkaran, aku merasa asing dalam lingkaran itu. Tetapi dengan senyum manismu engkau menyambut kehadiranku dengan hati yang tulus dan tatapan yang ramah. Pertemuan yang begitu singkat itu akan selalu kukenang dalam hatiku yang paling dalam, karna pertemuan itulah awal kali aku mengerti apa itu “liqo”
Semua pun tak lepas juga karena hidayah dari Alloh Swt, “Sesungguhnya kamu tidak akan dapat memberi hidayah sekalipun kepada orang-orang yang kamu cintai. Tetapi Alloh yang memberikan hidayah kepada orang-orang yang di kehendaki-Nya dan Alloh lebih mengetahui orang-orang yang mau menerima hidayah.” (QS. Al-Qashash:56).
Tahun berganti tahun, tak terasa aku sudah dinobatkan sebagai siswi putih abu-abu. Saat itulah aku kembali menemukan apa yang selama ini aku cari. Ukhuwah yang dibina selama 3 tahun terakhir ini telah tertancap di dalam lubuk hati. Kebersamaan selama ini sudah menjadi arti dan warna tersendiri untuk hidupku. Saat rujak party dan tukar kado, saat mabit di ruangan berdinding putih dan ekspedisi ke gunung bancak, hingga halaqoh terakhir berwisata kuliner di rumah makan pringgondani. Semoga kebersamaan ini dipertemukan kembali di surgaNYA nanti.
Murobbiyahku, begitu banyak ilmu yang telah engkau transfer kepada kami para mutarobbimu, tak pernah lelah kau menasehati kami dan menuntun kami dalam hal kebaikan. Dalam lingkaran itu, kau berikan petuah yang mampu menentramkan jiwa kami. Layaknya baterai yang lowbat, kau charge iman kami dengan siraman rohani.
Maafkan aku belum bisa membalas jasa-jasamu, jasa sebagai tempat curhatku, jasa yang telah menjadi motivator untukku. Hanya untaian doa yang bisa kupanjatkan agar engkau diberi kekuatan, kesabaran dan keikhlasan dalam mentransfer ilmu.
Sungguh aku sangat mencintaimu wahai Murobbiyahku,
Ungkapan terimakasihku dan salam cintaku untukmu Mbak Diana, Mbak Fitri, Mbak Wikan, Mbak Arie ^_^

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Taubat Sejati

Lingkaran Kecil