Kepemimpinan Nasional



          Apakah pemimpin itu lahir begitu saja? Indonesia memiliki sekitar 200 juta penduduk yang berpeluang menduduki sebagai pemimpin negara. Akan tetapi, apakah dari sekian banyak penduduk di Indonesia memiliki potensi sebagai pemimpin sejati? Jawabannya ada pada diri masing-masing. Kekuatan dari seorang pemimpin bukan dilihat dari kekuasaanya, bukan dari kecerdasannya, bukan juga dari kekayaannya tetapi dari kekuatan pribadinya. Maka jika ingin menjadi pemimpin yang baik, jangan pikirkan orang lain dulu tetapi pikirkan diri sendiri. Sebelum menyelematkan orang lain maka selamatkan diri terlebih dahulu, kita tidak dapat menolong orang lain jika kitanya sendiri rusak. Bangunan bagus, kokoh, dan megah karena ada pondasi yang menopangnya. Begitu juga jika ingin membangun dunia, membangun negara, membangun masyarakat juga diawali dengan membangun kepribadian dalam diri kita.
            Selain dari kepribadian, rahasia kekuatan dari seorang pemimpin adalah suri tauladan. Rasulullah SAW adalah sebaik-baik suri tauladan. Ketika Rasul mengajak untuk berjihad, Beliau langsung beranjak pada barisan paling depan. Ketika Rasul menyuruh untuk bertahajjud, Beliau mengerjakannya hingga kakinya bengkak. Ketika Rasul menyuruh untuk shaum, Beliau sampai mengganjal perutnya dengan batu kerikil. Ketika Rasul menyuruh untuk berakhlaq mulia, Beliau lah yang paling mulia akhlaknya. Apa yang Rasul katakan, Beliau akan lebih dulu melakukannya. Seperti itulah teladan Rasulullah untuk mempengaruhi umatnya. Kepemimpinan adalah pengaruh. Siapa yang pengaruhnya paling kuat maka dialah yang memiliki jiwa kepemimpinan yang paling kuat.
            Rahasia kekuatan yang lainnya adalah pemimpin itu pelayan umat. Digambarkan seperti piramida terbalik. Posisi pemimpin berada di paling bawah yang siap untuk melayani orang lain. Maka siapapun yang menjadi pemimpin, harus melakukan pengorbanan yang paling besar daripada orang yang dipimpinnya.
Pemimpin yang sukses adalah pemimpin yang berpikir untuk kebermanfaatan orang lain dan punya kemampuan untuk berdakwah. Hal yang pertama adalah bagaimana orang yang kita pimpin menjadi ahli ibadah. Ini penting sekali untuk meningkatkan ibadah sebab pemimpin bukan pemberi uang, pemimpin juga bukan penolong, tetapi Allah lah yang akan menolong. Pemimpin harus selalu memperhatikan kualitas ibadah yang dipimpinnya. Tanpa ibadah yang bagus, akhlakpun tidak akan bagus pula.
Andaikata negara kita memiliki pemimpin seperti ini, seperti suri tauladan Rasulullah yang setiap patah katanya, perbuatannya, ibadahnya dan profesionalismenya benar-benar diaplikasikan dalam sebuah kepemimpinan maka rakyatnya akan menjadi ahli ibadah semua. Dan semua itu dimulai dari diri kita masing-masing. Karena jatuh bangun negara ini tergantung pada pemimpin, kualitas negara ini juga tergantung kualitas pemimpin. Jangan pesimis jika melihat kondisi negara saat ini, mudah-mudahan kita lah generasi-generasi amirul mukminin sesungguhnya.
“Setiap kamu adalah pemimpin, dan setiap kamu akan diminta pertanggungjawaban atas kepemimpinanmu itu.”
(HR. Bukhari )
Wallahu’alam.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Taubat Sejati

Lingkaran Kecil