Inilah Jalanku, Inilah Keluargaku



Ketika seucap amanah telah terazamkan pada kami Ya Rabb, Janganlah palingkan hati kami...
Saat keistiqamahan teruji, kuatkanlah hati kami....
Saat Engkau satukan hati ini, peliharalah selamanya...
Jika dakwah menuntun kami, tetapkanlah hingga akhir nafas ini....
Ketika hati menjauh dari-Mu, dekatkanlah dengan kerinduan hidayah-Mu...
Ketika Engkau berikan sahabat seperti mereka, tetapkanlah dihatiku selamanya...
Ketika nyawa jadi taruhannya bimbing kami bersamanya menapakkan kaki kami disurga-Mu yang maha indahnya  .....


Disinilah aku bertemu dengan keluarga baru, keluarga yang akan membersamai langkah kaki ini menuju taman-taman surga  yang dibawahnya mengalir sungai-sungai. Sungguh indah sekali dibayangkan. Dan semua itu tak mudah untuk dilalui. Semua itu butuh pengorbanan, butuh kesabaran, dan butuh keikhlasan. Karena dalam kesetiaan teruji kesabaran, dalam perjuangan teruji keikhlasan. Jika kau rasakan beratnya kaki menapak dan letihnya bersabar? Itulah indikasi jawaban pertanyaan, “Mengapa perjuangan itu pahit?”. Karna SURGA begitu MANIS… Dan SKI lah yang menguatkanku untuk tetap berada di jalan ini. Untuk menegakkan dien di muka bumi ini.
Disinilah aku bertemu dengan saudara-saudaraku yang luar biasa hebatnya, luar biasa kontribusinya dan tentunya luar biasa semangatnya. Teruslah kepakkan sayap-sayapmu wahai saudaraku, terbanglah setinggi-tingginya untuk menerobos langit tertinggi, karena dakwah butuh orang-orang yang kuat dan memiliki cita-cita yang tinggi untuk meninggikan kalimat-kalimat Allah Sang Pencipta Kerajaan langit dan bumi.
Disinilah aku dipertemukan dengan wajah pembinaan. Ibarat dalam sebuah anggota tubuh, pembinaan adalah jantungnya. Kalo jantung bertugas memompa darah, tetapi kalo pembinaan bertugas untuk  memompa ruhiyah. Jadi peran pembinaan disini tidak sekedar membina tetapi disini kita juga dibina. Sebelum membina orang lain kita kudu bisa membina diri sendiri terlebih dahulu. Dengan cara apa?  Ya tentunya kita harus bisa memerangi hawa nafsu dari segala godaan yang menimbulkan benih-benih dosa, nah disini sebagai pemacu untuk meningkatkan ruhiyah, jasadiyah dan fikriyah. Selain membina, kita juga harus siap untuk dibina. Dan yang pasti, dibina untuk menjadi generasi-generasi robbani yang siap untuk mengibarkan panji-panji islam.
Dan disinilah aku berjumpa dengan wajah kaderisasi. Di departemen inilah aku merasakan betapa beratnya menopang amanah ini. Jika kita bicara pengkaderan, pasti arah pikiran kita tertuju pada mahasiswa baru, gak hanya mahasiswa baru, mahasiswa lama pun masih ada beribu-ribu peluang untuk direkrut. Disini kita berusaha mengajak mahasiswa muslim dalam kebaikan dan mencegah kemungkaran. Tentunya ya lewat SKI ini. Ibarat lidi, jika 1 lidi maka akan mudah patah, tetapi jika lidi-lidi itu diikat maka dapat digunakan untuk menyapu. Bermanfaat bukan?
Karena disinilah “Langkah Kami Langkah Perbaikan”. Inilah langkah pejuang dakwah, inilah langkah menuju perbaikan-perbaikan untuk membangkitkan kejayaan Islam. Seorang pejuang tidak akan goyah ketika yang lain lelah. Seorang pejuang tidak akan menyerah ketika yang lain pasrah. Dan seorang pejuang yang gagah akan terus berjuang demi kesuksesan dakwah.

Keluarga Harmoni 2014 akan selalu terbesit dalam lantunan doa yang kupanjatkan kepada Robb Semesta Alam, karena hati kami akan selalu berpadu dan berhimpun dalam naungan cinta-Nya, karena kami akan berjumpa dalam taat pada-Nya dan kami akan bersatu dalam perjuangan untuk menegakkan syariat kehidupan. Oleh karena itu, Kuatkanlah ikatan kami ya Rabb, tegakkanlah cinta kami dan tunjukilah kami jalan-jalan yang terang atas cahaya-Mu yang tiada pernah padam. Ya Robbi, bimbinglah kami... lapangkanlah dada kami dengan karunia iman dan indahnya tawakal pada-Mu. Hidupkan kami dengan mengenal-Mu dan matikan kami dalam syahid di jalanMu karena hanya Engkaulah yang Maha Pelindung dan Maha Pembela.
            SKI FKIP . . . .
Aku baru terbangun dari mimpi-mimpi yang tlah menyadarkanku bahwa aku adalah bagian dari keluargamu, Maafkan aku jika selama ini aku belum totalitas dalam mengemban amanah yang tlah kau percayai kepadaku. Bukannya aku mengkhianati kepercayaanmu tetapi aku berusaha untuk menempatkan prioritas dakwah pada tempatnya, karena sesungguhnya ladang dakwah itu luas. Dan seperti yang telah kau ketahui bahwa masih banyak ladang gersang yang harus segera digarap agar ladang itu bisa ditanami benih-benih dakwah seperti engkau yang sudah berhasil menyejukkan mata para penanam benih-benih dakwah. Dan perlu kau ingat juga wahai keluargaku SKI FKIP.. bahwa engkau juga masih memiliki sanak saudara yang keberadaannya jauh di mata, semoga selalu dekat di hati. Mereka tak lain adalah SKI Kleco dan SKI Pabelan yang kini sedang berproses untuk menghirup udara segar. Aku yakin bahwa engkau sangat sayang pada saudaramu disana, Apakah kau tau proses pertumbuhannya seperti apa? Semoga akan selalu terjalin tali silaturahim sampai kapanpun karna tidak ada kata henti dalam dunia dakwah.
Karena kita semua SATU, Keluarga Besar Lembaga Dakwah SKI UNS
Sesungguhnya Aku Mencintaimu Karena Allah Wahai Keluargaku :)


Yang Mencintaimu,
Anita Dian Susanti

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Taubat Sejati

Lingkaran Kecil