Perjuangan itu Tidaklah Mudah



Part 1
Inilah kisah mahasiswa semester 7 yang disibukkan dengan tugas akhirnya yang bernama skripsi. Mulai dari mencari referensi dan jurnal, mengajukan mini proposal sebagai syarat mendapat dosen pembimbing hingga menyusun proposal. Tak hanya itu, semester 7 dibebani juga dengan praktik pengalaman lapangan yang menyita waktu sekitar 3 bulanan. Waktu sepanjang itu sebenarnya bisa dipakai sekalian penelitian. Tetapi tidak, bahwa praktik ini memang khusus ditekankan untuk pembelajaran dan pengalaman agar benar-benar siap diterjunkan dalam dunia pendidikan sebenarya, pendidik sejati. Tetapi semester 7 hanya cukup untuk mengejar sks tatap muka. Alhasil skripsi tak tersentuh.
Memang sengaja, belum bisa fokus kesana. Ada sesuatu yang harus diselesaikan dulu sebelum mengalihkan fokus kesana. Butuh istirahat dari  memikirkan tugas akhir selama sebulan sebelum memasuki semester akhir. Memang setiap hari ketika liburan tetap menyambangi kampus. Tidak seperti yang lain, untuk menemui dosen. Bukan. tetapi untuk menyambangi sebuah ruangan 3x3 disamping tempat seminar ku suatu hari nanti. untuk apa?  Untuk menyelesaikan tugas dengan sekelompok orang yang telah dipercaya dipilih untuk memformat suatu lembaga.
Sekitar 2 bulan setelah konsultasi pertamanya untuk mengefixkan judul, setelah itu pula, tak ada progres untuk memulai menulis. Butuh waktu 2 bulan kemudian setelah melihat yang lain pada berkejar-kejaran untuk melangkah ke tahap seminar, baru saat itu pula tangan ini mula tergerak untuk menulis yang namanya skripsi. Bukan skripsi. Baru proposal. Bukan proposal ni*** tetapi proposal skripswit. Sulit memang. Sulitnya bukan untuk menulis. Tapi sulit untuk bangkit dari zona nyaman.
Proposal baru mulai diikhtiarkan. Setiap rabu pagi tepat pukul 08.00 sudah tiba di suatu tempat. Tempat yang nyaman untuk para pengejar toga, tempat nongkrong mahasiswa tingkat akhir. Tempat yang sunyi dari keramaian. Karena baru pertama kalinya memasuki tempat ini, tempat yang begitu jarang disinggahi, untungnya masih ada seorang yang baik hati. Untuk pertama kalinya menyambangi tempat ini, sosok itu bersedia menjadi my tour guide of library.
Begitulah mulai rutin memperjuangkannya. Setiap pekan butuh waktu 2x untuk bimbingan hingga diperoleh kata ACC dari bapak dosbing yang baik hati, mondar-mandir perpus-fotocopy-ngintip ruang dosen dengan menenteng berlembar-lembar berkas layaknya mahasiswa tingkat akhir..hehe
Alhamdulillaah Allah Maha Baik, setelah berusaha beberapa minggu kemudian, kata ACC berhasil kudapat dari 2 dosen pembimbing. Dan diujikanlah proposal itu dihadapan dosen dan mahasiswa pada tanggal 12 Mei 2017.

To be continue........................

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Taubat Sejati

Lingkaran Kecil